Pendekatan STEM Untuk Menguatkan Impelementasi Kurikulum Merdeka
Pembelajaran STEM dapat mendukung Kurikulum Merdeka Belajar telah mengantisipasi perkembangan kehidupan dan ilmu pengetahuan menyongsong abad 21

By Dina Martha Tiraswati 16 Sep 2022, 13:31:22 WIB Pendidikan
Pendekatan STEM Untuk  Menguatkan Impelementasi Kurikulum Merdeka

Pendidikan menurut (UU no 20 tahun 2003) adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan juga mampu membentuk manusia itu memiliki disiplin, pantang menyerah, tidak sombong, menghargai orang lain, bertaqwa, dan kreatif, serta mandiri. Saat ini pendidikan telah mengalami fenomena yang mengharuskannya untuk mengikuti perkembangan zaman. Bisa jadi berbagai falsafah, prinsip, dan pelaksanaannya kini sudah kurang relevan dengan keadaan abad-21. Berdasarkan fenomena dan keresahan inilah konsep pendidikan Abad 21 hadir dan dicanangkan di Indonesia bahkan di seluruh dunia oleh para ahli, lembaga atau instansi pendidikan yang terkait.

Pendidikan tidak terlepas dari prosesns pembelajaran, untuk membelajarkan peserta didik memiliki keterampilan abad 21, pembelajaran yang harus dilakukan guru pun harus berorientasi pada pembelajaran abad 21, yang memiliki karakteristik atau prinsip-prinsip: 1) pendekatan pembelajaran berpusat pada peserta didik; 2) peserta didik dibelajarkan untuk mampu berkolaborasi; 3) materi pembelajaran dikaitkan dengan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, pembelajaran harus memungkinkan peserta didik terhubung dengan kehidupan sehari-hari mereka; dan 4) dalam upaya mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang bertanggung jawab.

Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat mengakomodir karakteristik pembelajaran abad 21 tersebut adalah pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics atau disingkat dengan STEM. STEM merupakan suatu pendekatan dimana Sains, Teknologi, Enjiniiring, dan Matematika diintegrasikan dengan fokus pada proses pembelajaran pemecahan masalah dalam kehidupan nyata, pembelajaran STEM memperlihatkan kepada peserta didik bagaimana  konsep-konsep, prinsip-prinsip sains, teknologi, Enjiniring, dan matematika digunakan secara integrasi untuk mengembangkan produk, proses, dan sistem yang memberikan manfaat untuk kehidupan manusia.

Pembelajaran STEM adalah pembelajaran yang menggabungkan beberapa disiplin ilmu ke dalam paradigma pembelajaran kohesif berdasarkan dunia nyata. Literasi STEM mengacu pada memperoleh ilmu pengetahuan, teknologi, teknik dan pengetahuan matematika dan menggunakannya untuk mengidentifikasi masalah, mendapatkan pengetahuan baru. Memahami karakteristik disiplin STEM sebagai bentuk upaya manusia, termasuk penyelidikan, desain, dan proses analisis.

Pembelajaran STEM dapat mendukung Kurikulum Merdeka Belajar telah mengantisipasi perkembangan kehidupan dan ilmu pengetahuan menyongsong abad 21. Ditandai adanya percepatan implementasi transformasi digital dalam inovasi pembelajaran yang dapat menghasilkan insan Indonesia berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif (4C – critical thinking, creativity, collaboration, communication). Pentingnya aspek 4C membuat kajian tentang inovasi pembelajaran menjadi topik penting insan pendidik untuk mengelola pembelajaran yang dapat menyentuh kemampuan 4C yang diperlukan pada abad 21.

Untuk menyiapkan peserta didik Indonesia memperoleh keterampilan abad 21, yaitu keterampilan cara berpikir melalui berpikir kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan serta cara bekerja sama melalui kolaborasi dan komunikasi, maka pendekatan STEM diadopsi untuk  menguatkan impelementasi Kurikulum Merdeka.  

Keterampilan abad 21 yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran STEM adalah sebagai berikut:

1. Berpikir kritis, yang dikembangkan pada saat peserta didik mengikuti kegiatan merancang, membuat, menguji, dan memperbaiki produk.

2. Berpikir kreatif, yang dikembangkan pada saat peserta didik mengikuti kegiatan merancang, membuat, menguji, dan memperbaiki produk.

3. Berkomunikasi, yang dikembangkan pada saat peserta didik berdiskusi untuk merancang, membuat, menguji, dan memperbaiki produk serta mempresentasikannya.

4. Berkolaborasi, yang dikembangkan pada saat peserta didik mengikuti kegiatan merancang, membuat, menguji, dan memperbaiki produk.

Dalam pengembangan pembelajaran STEM juga sudah mengintegrasikan penguatan pendidikan karakter dalam pelaksanaan pembelajaran. Nilai-nilai karakter yang diharapkan muncul pada pembelajaran yaitu: 1. Religius, meliputi bersyukur, toleransi, percaya diri, tidak memaksakan kehendak, mencintai dan menjaga keutuhan ciptaan Tuhan; 2. Nasionalis, meliputi taat pada peraturan dikembangkan pada saat peserta didik mengikuti pembelajaran; 3. Mandiri, meliputi kerja keras, kreatif dan inovatif, disiplin, tidak mudah menyerah, dan pembelajar sepanjang hayat yang dikembangkan pada saat peserta didik melaksanakan kegiatan merancang, membuat, menguji, dan memperbaiki produk; 4. Integritas, meliputi jujur dan tanggung jawab yang dikembangkan pada saat peserta didik ; melaksanakan kegiatan merancang, membuat, menguji, dan memperbaiki produk dan 5. Gotong royong, meliputi kerja sama yang dikembangkan pada saat peserta didik melaksanakan kegiatan diskusi, mengumpulkan informasi, merancang, membuat, menguji, dan memperbaiki produk.

Pendekatan STEM diyakini sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang dapat diimplementasikan melalui penggunaan model pembelajaran berbasis proyek (PJBL), sehingga perlu adanya peningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga pendidikan di bidang sains mendukung upaya pemerintah dalam optimalisasi implementasi Kurikulum Merdeka melalui integrasi STEM dalam pembelajaran sains. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah dengan melatih guru sains untuk memahami dan menguasai pembelajaran sains berbasis STEM dan mengembangkan bahan ajar sains sesuai Kurikulum Merdeka berbasis STEM, selanjutnya pengembangan bahan ajar sains berbasis STEM, dilakukan secara bertahap dan disesuaikan Kurikulum Merdeka.

*****

Sumber :

  1. South East Asia Ministry of Education Organization (SEAMEO) Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personel (QITEP) in Science
  2. https://silabusk13.blogspot.com/2019/10/model-pembelajaran-stem-science.html#gsc.tab=0



Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment